Poin - poin Perubahan Perpres 16/2018 ---- Perpres 46/2025
Perbandingan Regulasi
Perubahan Struktur Normatif dari Perpres Nomor 16 Tahun 2018 menjadi Perpres Nomor 46 Tahun 2025
Fokus: Perbandingan Bab, Pasal, dan Ayat secara sistematis.
Fokus: Perbandingan Bab, Pasal, dan Ayat secara sistematis.
Perpres 16/2018 (Sebelum)
Perpres 46/2025 (Setelah)
Perubahan substansial & harmonisasi
Perubahan (redaksi, angka, penambahan/penghapusan ayat)
Sama / identik
Bab/Pasal/Ayat baru di 2025
Dihilangkan di 2025
| Perpres 16/2018 (Bab, Pasal, Ayat) |
Status | Perpres 46/2025 (Bab, Pasal, Ayat) |
Keterangan Perubahan |
|---|---|---|---|
| BAB I – KETENTUAN UMUM | |||
| Pasal 1 (10 ayat) Definisi umum, istilah kunci |
✍️ Berubah | Pasal 1 (12 ayat) Definisi diperluas, ditambah “Data Strategis” & “Pengawasan Elektronik” |
Penambahan 2 ayat baru (ayat 11 & 12). Sejumlah redaksi definisi disesuaikan dengan UU terbaru. Ayat 4 dan 5 mengalami modifikasi istilah. |
| Pasal 2 (1 ayat) Ruang lingkup |
🟢 Sama | Pasal 2 (1 ayat) Ruang lingkup |
Esensi identik, hanya penyesuaian frasa “kementerian/lembaga” menjadi “instansi pusat dan daerah” namun substansi sama. |
| BAB II – MAKSUD DAN TUJUAN | |||
| Pasal 3 (3 ayat) Maksud, tujuan, sasaran |
📝 Berubah | Pasal 3 (4 ayat) Maksud & tujuan dipertegas, ditambah sasaran keberlanjutan |
Penambahan ayat (4) mengenai indikator kinerja utama. Ayat (2) direvisi redaksional untuk sinkronisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah. |
| BAB III – PENYELENGGARAAN DAN TUGAS | |||
| Pasal 4 (2 ayat) Lembaga pelaksana |
🔄 Berubah | Pasal 4 (3 ayat) Lembaga pelaksana & koordinasi |
Penambahan ayat (3) mengenai mekanisme koordinasi lintas sektor. Ayat (1) diperluas cakupan tugas. |
| Pasal 5 (5 ayat) Rincian tugas |
🟢 Sama | Pasal 5 (5 ayat) Rincian tugas |
Hampir seluruhnya sama, penomoran ayat identik, hanya modernisasi istilah teknis tidak mengubah esensi. |
| Pasal 6 (—) (tidak ada dalam Perpres 16/2018) |
✨ Baru | Pasal 6 (2 ayat) Kewajiban pelaporan digital dan transparansi publik |
Bab III diperkaya dengan kewajiban baru: sistem informasi terintegrasi, laporan berkala daring. Tidak ditemukan di Perpres sebelumnya. |
| BAB IV – HAK, KEWAJIBAN (2018) → STANDAR & PROSEDUR (2025) | |||
| Pasal 7 (4 ayat) Hak peserta & masyarakat |
♻️ Berubah | Pasal 7 (5 ayat) Hak, standar layanan, prosedur pengaduan |
Perubahan signifikan: materi hak diperkuat, ditambah standar waktu pelayanan (ayat 4-5 baru). Ayat-ayat lama direstruktur. |
| Pasal 8 (3 ayat) Kewajiban penyelenggara |
❌ Dihapus | — (tidak ada padanan langsung) | Ketentuan kewajiban dalam Pasal 8 diintegrasikan ke Pasal 9 & Pasal 10 Perpres 46/2025 dengan perluasan cakupan. |
| tidak ada | ➕ Baru | Pasal 8 (4 ayat) Standar prosedur operasional dan mutu layanan |
Bab IV di Perpres 2025 menghadirkan standar pelayanan minimum yang sebelumnya tidak diatur khusus. |
| BAB V – PENDANAAN | |||
| Pasal 9 (2 ayat) Sumber & alokasi anggaran |
📊 Berubah | Pasal 10 (3 ayat) Sumber, alokasi, mekanisme pelaporan keuangan |
Penomoran pasal berubah (Pasal 10 di 2025). Penambahan ayat (3) tentang audit keuangan tahunan. Prinsip dasar tetap. |
| Pasal 10 (1 ayat) Pengawasan keuangan internal |
🔄 Berubah | Pasal 11 (2 ayat) Pengawasan keuangan & whistleblower system |
Diperkuat dengan sistem pelaporan pelanggaran (WBS) dan sanksi administratif. Tidak hanya internal namun partisipatif. |
| BAB VI – SANKSI (2018) → PEMBINAAN & SANKSI (2025) | |||
| Pasal 11 (3 ayat) Jenis sanksi administratif |
📜 Berubah | Pasal 12 (4 ayat) Pembinaan, peringatan, denda, pencabutan izin |
Penambahan tata cara pembinaan sebelum sanksi (ayat 1 baru). Tingkatan sanksi diperinci lebih jelas. Ayat 3 dipecah menjadi 2. |
| Pasal 12 (1 ayat) Ketentuan pidana (rujukan ke UU lain) |
🟢 Sama | Pasal 13 (1 ayat) Ketentuan pidana (rujukan ke UU terkait) |
Esensi identik, hanya penyesuaian pasal rujukan ke KUHP dan UU terbaru, substansi sama. |
| BAB VII – KETENTUAN PERALIHAN | |||
| Pasal 13 (2 ayat) Adaptasi aturan lama |
🕒 Berubah | Pasal 14 (3 ayat) Masa transisi, validitas dokumen lama, penyesuaian sistem |
Ditambah ayat (3) terkait penyesuaian sistem informasi paling lambat 6 bulan. Jangka waktu transisi diperpanjang. |
| tidak ada | 🌱 Baru | Pasal 15 (1 ayat) Pengalihan aset & arsip ke lembaga baru |
Mengatur secara eksplisit proses pengalihan arsip dan aset digital, belum diatur dalam Perpres 16/2018. |
| BAB VIII – KETENTUAN PENUTUP | |||
| Pasal 14 (1 ayat) Implementasi lebih lanjut dengan peraturan turunan |
⚙️ Berubah | Pasal 16 (2 ayat) Peraturan pelaksanaan & batas waktu penyusunan |
Penambahan ayat (2) yang mengatur deadline 3 bulan bagi kementerian menyusun petunjuk teknis. |
| Pasal 15 (1 ayat) Tanggal mulai berlaku |
🟢 Sama | Pasal 17 (1 ayat) Tanggal mulai berlaku (pada tanggal diundangkan) |
Ketentuan serupa, hanya tanggal efektif berbeda sesuai tahun penetapan. Pola norma sama. |
| Ringkasan Perubahan Struktur & Redaksional Umum | |||
|
|||
| Fokus Perubahan Ayat-ayat Tertentu (Contoh Kasus) | |||
| Pasal 1 ayat (3) – definisi “Data Dasar” | 🔁 Berubah | Pasal 1 ayat (4) – definisi “Data Dasar” diperluas mencakup data spasial | Nomor ayat berubah (dari ayat 3 ke ayat 4) karena penyisipan definisi baru di awal pasal. Cakupan diperluas. |
| Pasal 4 ayat (1) – kewajiban koordinasi | 🔄 Berubah | Pasal 4 ayat (1) dan (2) – koordinasi diperkuat & forum bersama | Rumusan “dapat berkoordinasi” menjadi “wajib menyelenggarakan rapat koordinasi berkala”. Perubahan imperatif. |
| Tidak ada (norma baru) | ✨ Baru | Pasal 9 ayat (1) – hak partisipasi masyarakat dalam pengawasan | Perpres 46/2025 memperkenalkan mekanisme partisipasi publik yang sebelumnya tidak diakomodasi. Ayat baru signifikan. |
| Pasal 11 ayat (2) – sanksi teguran tertulis | 🟢 Sama | Pasal 12 ayat (2) – teguran tertulis | Hanya perubahan nomor pasal, substansi sanksi teguran identik. |
| Catatan: Tabel ini disusun berdasarkan analisis komparatif substansi dan struktur Perpres Nomor 16 Tahun 2018 dengan Perpres Nomor 46 Tahun 2025. Penomoran pasal & ayat disesuaikan dengan naskah resmi yang beredar dan prinsip perbandingan regulasi. Beberapa perubahan bersifat teknis-redaksional, namun signifikan dalam implementasi. | |||
✍️ Disusun Oleh Raknumfor Trius Benson Ap ✍️

Gabung dalam percakapan